Kata Bijak Bahasa Jawa Beserta Artinya

Kata Bijak Bahasa Jawa Beserta Artinya - Kata Bijak itu memang di butuhkan oleh setiap orang untuk memotivasi Hidupnya menjadi lebih baik dari sebelumnya, nah yang akan blog ini bahas pada kesempatan kali ini adalah kata bijak bahasa jawa Krama Inggil. Di beberapa sekolah di Indonesia kusunya daerah Jawa pasti ada mata pelajaran Bahasa Jawa. Mungkin anda ditugaskan untuk mencari kata bijak bahasa jawa oleh guru anda, silahkan simak artikel dibawah ini.


“Manungsa mung ngunduh wohing pakarti” 
Artinya : Kehidupan manusia baik dan buruk adalah akibat dari perbuatan manusia itu sendiri. Siapa yang berbuat pasti akan menerima hasil perbuatanya.

“Memayu Hayuning Bawono” 
Artinya : Mengusahakan Keselamatan, kebahagiaan, dan Kesejahteraan Hidup di dunia. Ini kita interpretasikan sebagai peningkatan dan menyebarluaskan, kesejahteraan, pengembangan kerohanian dan kesucian dalam keluarga, masyarakat, budaya dan jaringan planet hidup.

“Urip kang utama, mateni kang sempurna”
Artinya : Selama hidup kita melakukan perbuatan baik maka kita akan menemukan kebahagiaan di kehidupan selanjutnya.

“kawula mung saderma, mobah-mosik kersaning Hyang sukmo”
Artinya : Lakukan yang kita bisa, setelahnya serahkan kepada Tuhan.

“Tansah ajeg mesu budi lan raga nganggo cara ngurangi mangan lan turu”
Artinya Kurangi makan dan tidur yang berlebihan agar kesehatan kita senantiasa terjaga.

“Adigang, adigung, adiguno” 
Artinya : Jaga kelakuan, jangan somobong dengan kekuatan, kedudukan, ataupun latarbelakangmu.

“Aja mbedakake marang sapadha-padha”
Hargai perbedaan, jangan membeda-bedakan sesame manusia

“Gusti iku cedhak tanpa senggolan, adoh tanpa wangenan” 
Artinya : Tuhan itu dekat meski kita tubuh kita tidak dapat menyentuhnya dan akal kita dapat menjangkaunya.

“Urip Iku Urup” 
Arti dan Nasihat : Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik, tapi sekecil apapun manfaat yang dapat kita berikan, jangan sampai kita menjadi orang yang meresahkan masyarakat.

“Sura Dira Jayadiningrat, Lebur Dening Pangastuti”
Artinya : segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar.

“Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha” 
Artinya : Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan; kekayaan atau keturunan; Kaya tanpa didasari kebendaan), * Manusia Dapat Dihancurkan Manusia Dapat Dimatikan Tetapi Manusia Tidak Dapat Dikalahkan, Selama Manusia Itu Masih Setia Pada Hatinya Sendiri Atau Ber-SH,

“Aja KKuminter Mundak eblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka” 
Artinya : Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah;Jjangan suka berbuat curang agar tidak celaka.

“Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan” 
Artinya : Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu.

"Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman”
Artinya : Jangan mudah terheran-heran; Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut-kejut; Jangan mudah kolokan atau manja.

“Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman” 
Artinya : Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi.

“Sak Apik-apike Wong Yen Aweh Pitulung Kanthi Cara Dedhemitan”
Artinya: :  sebaik-baik manusia adalah orang yang memberi pertolongan secara sembunyi-sembunyi.

“Tega Larane, Ora Tego Patine”
Artinya : berani untuk menyakiti seseorang namun hanya kalau dengan niat untuk memperbaiki bukan merusak.

“Golek jodho aja mung mburu endhahing warna, pala krama aja ngeceh-eceh bandha”
Artinya : Mencari jodoh itu jangan hanya mengejar yang rupawan, pas pernikahan jangan hanya menghaburkan harta benda.

“Wayah wulangen marang kautaman, predinen susileng tata, supaya gawe pepadhaning kaluwarga”.
Artinya :  Didiklah anak cucumu kearah keutamaan, didiklah tata susila, agar dapat menjadi sinar cahaya bagi keluarga.

“Negara mawa tata, desa mawa cara” 
Artinya : Tiap negara / wilayah itu punya adat / kebiasaan / budaya / sifat / aturan yang berbeda antara satu dengan lainnya.

“Yitna yuwana lena kena, sing sapa lena bakal cilaka” 
Artinya : Selalu waspada, karena kalau ceroboh (tidak hati-hati) maka akan lebih dekat bahaya

“Sedulur iku apik kabeh darba panjangka amrih rahayu” 
Artinya : Saudara itu baik/bagus semua jika sama-sama mempunyai cita-cita menuju kebahagiaan dunia & akhirat.

“Putra wayah wulangen marang kautaman, predinen susileng tata, supaya gawe pepadhaning kaluwarga” Artikel : Didiklah anak cucumu kearah keutamaan, didiklah tata susila, agar dapat menjadi sinar cahaya bagi keluarga.

Demikian artikel mengenai Kata Bijak Bahasa Jawa Beserta Artinya, Anda juga bisa membaca artikel tentang bahasa Jawa lain "Kumpulan Pantun Bahasa Jawa", semoga bisa bermanfaat bagi anda sekalian.

Previous
Next Post »